resensi novel The Speckled Band and Other Stories (asep karmancanagara)

Judul                : The Speckled Band  and Other Stories
Pengarang       : Sir Arthur Conan Doyle
Penerbit          : Dian Rakyat
Tempat terbit  : Jakarta
Tahun terbit    : 1990
Tebal               : 73 halaman
ISBN                 : 979-523-001-8

The Speckled Band ( Band Berbintik-Bintik)

Mengisahkan tentang seorang anak perempuan yang bernama Helen Stone yang tinggal bersama saudara kembar dan ayah tirinya di Stoke Moran.
Pada suatu malam, adiknya yang bernama Julia Stone meninggal secara misterius di kamarnya. Karena bingung untuk meminta bantuan untuk menyelidika misteri resebut, akhirnya Helen mengunjungi Sherlock Holmes seorang detective pribadi di Baker Street, London untuk membantunya.
Setelah menanyakan kronologis kejadian tersebut kepada helen, Sherlock Holmes dan temannya Watson menyelidiki rumah Helen di stoke moran.
Saat penelidikan, mereka mendapatkan hal-hal yang ganjil, tetapi setelah diselidiki lebih jauh akhirnya misteri pun terungkap.

The Dancing Men (Orang Menari)

Kisah tentang seorang suami yang bernama Cubbit sangat menyayangi istrinya.
            pada suatu hari dia menemukan secarik kertas di atas jam matahari di kebunnya. Dia mengira bahwa gambar itu hanya gambar anak-anak, tetapi ketika dia menunjukkan gambar tersebut kepada istrinya yang bernama Elsie, Elsie langsung pucat dan pingsan. Kenapa gambar itu membuatnya pingsan? Ada apa dengan gambar itu?

The Read –Headed League ( Perkumpulan Rambut Merah)

Kisah seorang pemilik toko di Saxe-Coburg Square, London yang bernama Jabez Wilson yang merasa di tipu oleh perkumpulan kepala merah yang bertempat di 7 pope’s Court, Fleet Street, London. Dia pun mengunjungi Sherlock Holmes di Baker Street untuk membantunya.

Kelebihan buku ini adalah sangat mudah dipahami karena dilengkapi dengan glosarium untuk dapat memahami kata-kata yang sulit dimengerti. Dilengkapi juga dengan soal-soal pemahaman untuk mengukur seberapa jauh pemahaman kita dengan cerita ini. Dan juga ditambah dengan gambar yang membuat kita lebih paham.
Dengan alur maju-mundur, membuat kita sebagai pembaca merasa lebih tertantang untuk memecahkan sendiri misteri yang terdapat dalam novel tersebut tanpa harus menyelesaikan membacanya.
Kekurangan buku ini adalah novel yang ditulis denga bahasa Inggris serta tidak adanya novel terjemahan untuk buku ini sehingga untuk orang yang tidak bisa berbahasa Inggris sulit untuk memahami novel ini.
Bagi para pembaca yang ingin membaca novel ini, dianjurkan memiliki referensi seperti kamus atau alat penerjemah lainnya. Sehingga dapat memudahkan untuk memahami novel ini.
Bagi para pembaca yang menyukai tantangan dalam memecahkan misteri novel ini cukup bagus dalam memberikan berbagai tantangan berupa


0 komentar to "resensi novel The Speckled Band and Other Stories (asep karmancanagara)"

Post a Comment

close
close

Fans Page

Followers

Blog Archive