resensi novel jejak kupu-kupu (deri ruhimat zaelani)

Judul               : Jejak Kupu-Kupu
Pengarang       : Agnes Jessica
Penerbit           : PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit     : 2004
Tempat terbit   : Jakarta
Tebal               : 520 halaman]

Alissa merasa terpukul ketika roda kehidupan memutarbalikkan nasibnya. Dia yang terbiasa dengan kemewahan tiba-tiba harus menjadi penghuni panti asuhan ketika orang tuanya meninggal karena kecelakaan. Apalagi Danu, si pengelola panti yang sebetulnya tampan itu, bersikap sangat dingin dan keras padanya. Pulang malam tidak boleh, pacaran dimarahi, apalagi bersenang-senang dengan gengnya di kafe. Betul-betul menyebalkan. Belum lagi setumpuk tugas di panti yang harus dilakukan sesuai pembagian.
Namun, lambat laun Alissa berubah. Dari gadis manja dia menjadi gadis mandiri. Dari yang hanya memikirkan diri sendiri, dia mulai memerhatikan dan menolong kesulitan teman-temannya di panti. Dari gadis kaya yang boros menjadi gadis yang hemat dan memanfaatkan uang sedikit yang dimilikinya dengan baik. Tapi perubahan yang paling besar adalah perasaannya terhadap Danu. Dari benci dia malah mencintai pria itu mati-matian. Dia tidak peduli walaupun umur yang terbentang di antara mereka cukup jauh. Dan dia yakin, bahwa sebetulnya dia tidak bertepuk sebelah tangan. Tapi, kenapa Danu selalu menyembunyikan perasaannya? Kenapa lelaki itu selalu menarik dirinya ketika percik-percik kemesraan mulai bermunculan di antara mereka? Dan yang tidak bisa diterimanya, kenapa lelaki itu memilih menikahi Catherine yang tidak dicintainya?
Untuk melupakan lelaki itu, Alissa memilih meneruskan kuliahnya di Singapura. Dan empat tahun kemudian, dia kembali dikejutkan oleh peristiwa yang sama sekali tak diduganya, peristiwa yang membuatnya membenci Danu.
Kelebihan novel ini adalah pembaca seolah olah pembaca ikut merasakan kejadian - kejadian yang diceritakan oleh penulis sehingga dapat mengambil hikmah dari cerita tersebut. Bahasa yang digunakan pun mudah mengerti. Novel ini menggunakan alur maju mundur. Novel ini disertai cover yang menarik. tetapi terdapat kekurangan dari novel ini yaitu kertasnya yang buram serta terlalu tebal.
Amanat yang disampaikandari novel tersebut adalah kita jangan larut dalam keadaan kita, karena nasib akan berubah dari kaya bisa jadi miskin. Kita harus bersabar dalam menghadapi ujian yang kita terima. Kita jangan hanya mementingkan diri sendiri, kita juga harus memperhatikan dan menolong orang lain. Kita harus belajar hemat, jangan boros walaupun kita mempunyai banyak uang atau harta. Bersikaplah bertanggung jawab dan selalu menepati apa yang kita kerjakan selesai dikerjakan dengan propesional. Kita jangan menyembunyikan perasan kita, lebih baik jujur dengan keadaan kita.
Jika kalian ingin tahu lebih jauh lagi kalian bisa membelinya di toko-toko buku terdekat. Kaena buku ini sangat cocok untuk orang yang ingin lebih tahu bagaimana kerasnya hidup dan bagaimana cara menjalani hidup.  


0 komentar to "resensi novel jejak kupu-kupu (deri ruhimat zaelani)"

Post a Comment

close
close

Fans Page

Followers

Blog Archive