Pendakian Gunung Karang

                Ini adalah sebah kisah pendakian ke sebuah gunung yang konon katanya di[uncak gunung terdapat sesosok mahluk misrterius yang kadang kerap nampak di photo pendaki yang berfoto disana. Kami mencoba membuktikan apakah kami sanggup menaklukkan gunung karang tersebut? Tetaplah bersama saya ditulisan ini (sound track nya sama pas opening masih dunia lain).

                Ok broh and sist jangan tegang dulu, ini bukan cerita horor kok, cuman gue bikin openingnya agak serem aja hahaha. Gue bukan ngibul yah masalah mahluk misterius itu, emang bapak gue yang pernah foto bertiga disana ada sosok tambahan di fotonya dan entah siapa itu dan kata bapak gue itu foto masih disimpen di temennya sampe sekarang. Oke jangan bahas itu, takutnya kalian keburu males baca ini cerita karena keburu ngompol dicelana haha.
                Waktu itu gue dan temen gue berencana mendaki ke puncak gunung karang yang ada didaerah gue, tepatnya pas abis ujian nasional ya mungkin bulan juni 2012 lah. Oh iya gue jelasin kenapa gunung didaerah gue disebut gunung karang. Lokasi gunungnya di daerah Sukanagara, Cianjur selatan, Jawa Barat. Gunung di daerah gue ini emang hampir semua permukaan depan gunungnya dari batu karang, mungkin hampir keseluruhannya dari karang. Dari pada banyak gue jelasin liat aja foto ini, kalian pasti ngerti.


                Pendakian gue ini terdiri dari 14 orang termasuk penunjuk arah yang tidak sengaja kita temukan pas ketika kita mendaki keatas gunung, entah siapa itu orang gue juga gak tau yang penting dia mau ngarahin kita sampai kepuncak udah cukup deh. Pendakian dimuali sekitar jam 8 pagi, karena tidak jauh-jauh amat dari kostan temen gue dan gak tinggi-tingi amat gunungnya kaya gunung semeru jadi kita agak nyantai berangkatnya. Jalan yang kita lalui kesana cukup ramai karena menjadi jalur pengiriman kayu dan jalan menuju ke pemukiman warga yang ada disebrang gunung. Jalannya sangat menanjak, dan cukup membuat kami berhenti beberapa kali untuk instirahan dan berphoto pastinya.
                Diperjalanan, kami melihat nenek-nenek paruh baya yang berjalan menuju entah kemana, mungkin kerumahnya yang ada dipuncak gunung. Nenek ini sangat tangguh dan tidak kelihatan lelah, gue merasa minder karena gue aja yang masih muda kalah sama nenek-nenek paruh baya yang semangat berjalan menuju rumahnya. Dan tidak lama setelah kami bertemu dengan nenek-nenk tersebut kami bertemu dengan seseorang yang entah siapa namanya dan dari mana asalnya yang bersedia kami pintai tolong untuk menuntun kami menuju puncak. Karena jalan menuju puncak tidak ada jalur khusus jadi kami alhasi harus membuat jalur sendiri.
                Ditengah perjalanan kita semua istirahat untuk makan pagi, karena semua yang ikut acara pendakian ini belum ada yang makan. Enaknya makan ditengah hutan dengan udara yang sangat dingin, sinar matahari yang terasa sangat hangat, dan pemandangan sekitar yang indah membuat makan kami begitu nikmat. Loe semua harus rasain gimana rasanya makan dialam terbuka, enak banget. Setelah selesai makan kami pun melanjutkan perjalanan kami menuju puncak gunung. Jalan yang kami lalui semakin lama semakin sulit dan semakin curam saja. Jalan yang licin karena embun pagi, dan rumput liar yang tinggi-tinggi membuat perjalan kami semakin sulit.
                Gue saat itu berperan membantu 2 temen gue yang kesusahan mendaki, yang satu cewek dan yang satu cowok. Karena yang lain sudah ada psangannya masing-masing dan sisanya adalah yang bisa mendaki alhasil gue yang kebagian buat ngebantu 2 anak ini. Setelah melewati rintangan demi rintangan akhirnya kita sampai dipuncak juga. Dan yang pertama gue lihat dipuncak gunung adalah bangunan tua, makam, dan saung/gubuk bambu kecil.
                Bangunan tua dipuncak gunung adalah bekas pemancar radio. Disebelah bangunan itu masih terdapat menara pemancarnya juga. Bangunan yang hanya terdiri dari satu ruangan dan pintu yang terbuat dari besi dan seng itu gak cukup tinggi paling 2,5 meter dan gue sama temen gue bisa manjat keatas bangunan itu buat melihat pemandangan dengan lebih jelas. Ada makam yang tidak jauh dari bangunan tersebut yang entah makam siapa dan disebelah makam ada gubuk dari kayu yang cuman bisa buat tidur satu orang. Entah buat apa itu gubuk gue gak tau fungsinya.
                Dari atas bangunan yang gue naikin gue bisa dengan jelas lihat daerah gue dan sekitarnya. Bentuk daerah gue yang dikelilingi gunung sepintas seperti mangkut saja. Dan kalo gue bayangin kalo semua gunung itu longsor alhasil daerah gue ludes dan gak bersisa kayanya. Dipuncak gue foto-foto bareng temen-temen gue, dari berbagai sudut dan berbagai gaya pula. Setelah selesai istirahat dan sudah puas melihat-lihat dari puncak gunung kita pun memutuskan untuk turun karena cuaca sudah agak mendung.
                Kami turun menuruni jalan yang sama saat kami mendaki kepuncak. Kami agak buru-buru karena takut keburu hujan, kalo hujan bisa berabe nantinya. Setelah sampai dijalan utama yang cukup ramai kami pun berpamitan dengan sang penunjuk arah tersebut dan kami pun melanjutkan perjalan pulang kami. Lelah sangat terasa, kaki sudah pegal dan badan sudah letih rasanya ingin cepat-cepat sampai kerumah saja. Dan setelah sampai dikostan temen gue kami semua berhenti sejenak untuk istirahat. Dan kami pun berpisah untuk pulang kerumah masing-masing.

                Terimaksih buat Tanto, Tia, Jefri, Andriani, Ayu, Ramdan, Sri, Rizky, Denda, Yeni, Sandi, Rio dan Sang Penunjuk arah telah memberikan gue pengalaman yang berharga. Ini beberapa foto yang kami ambil ketika kami mendaki ke puncak gunung karang. Thanks For All..........


0 komentar to "Pendakian Gunung Karang"

Post a Comment

close
close

Fans Page

Followers

Blog Archive