resensi novel poconggg juga pocong (dera rahmat n)

Judul                     : Poconggg juga pocong
Pengarang          : Syahreza
Penyunting         : Anwar Syahfrani
Penerbit              : Bukune
Tempat terbit    : Jakarta
Tahun                   : 2011
Tebal                     : 142 halaman
Ukuran                 : 13 X 19 cm
Harga                    : Rp. 32.400,00
                Poconggg adalah seikat pocong baru yang sedang mencoba mendapatkan gelar pocong jantan. Predikat pocong jantan tinggal sedikit lagi dicapai setelah seluruh kompleks dijelajahi. Awalnya sih biasa saja, tapi musibah pun terjadi. Ketika mau bergegas pulang, ternyata portal kompleks tertutup. Sehingga sipoconggg tidak bisa keluar dan pingsan di depan portal tersebut. Dari situlah gelar pocong cupu didapatkan.
                Poconggg ingin menghilangkan kesan cupu pada dirinya. Dia mencoba melakukan renovasi dunia persetanan dengan eksis di dunia maya. Akhirnya poconggg memutuskan untuk mengikuti salah satu jejaring sosial yaitu twitter. Ternyata banyak respon positif pada twitternya. Banyak yang men-tweet sampai ratusan ribu pengikut.
                Setelah sukses di twitter, poconggg merambah ke dunia blog. Ekh disambut histeris juga oleh manusia. Ternyata tidak kalah eksis blog si pocongg dibandingkan twitternya. Jejaring sosial facebook pun tak lupa disinggahinya. Sampai-sampai banyak hal aneh terjadi dalam karir di dunia maya tersebut.
                Kesalah pahaman antara pocong dengan bencong pun dialami oleh si poconggg. Dikarenakan kemiripan nama pocong dengan bencong. Kegagalan pun tak luput dirasakan oleh si poconggg. Awalnya mau nakutin cewe, ekh malah jadi bantuin tuh cewe nglahirin.
Kisah cinta yang dialami oleh poconggg setelah mati begitu menyedihkan. Ketika hidup dan ketika mati sama saja. Dari sejak hidup sampai mati tak pernah mengalami yang namanya pacaran, sungguh menyedihkan.
Poconggg merasa sukses dan terkenal. Namun poconggg masih tetap merasa sebagai setan gagal. Karena masih belum bisa menakuti manusia dan tidak ada manusia yang takut padanya.
Ceritanya dikemas begitu menarik dan lucu sehingga membuat kita enak membacanya. Walaupun ceritanya agak garing, tapi kegaringannya itu yang membuat kita tertawa. Cerita-cerita yang disajikan penulis begitu erat dengan kita, kejadian-kejadian yang sering terjadi sehari-hari itu membuat kita mudah untuk memahaminya. Penonjolah tokoh-tokoh yang tak asing lagi bagi kita membuat kita lebih tertarik untuk membacanya.

Segi bahasa yang digunakan kurang begitu baik dan sopan menjadi kelemahan novel ini. Kata-kata tersebut begitu kasar sehingga mengurangi nilai kesopanan. Ada beberapa istilah yang kurang umum, sehingga kita sedikit susah untuk memahaminya. Keruntutan cerita yang kurang begitu runtut membuat kita sulit untuk menceritakannya kembali.
Novel ini tidak dianjurkan untuk tingkatan sekolah menengah pertama (SMP) kebawah. Karena penggunaan bahasanya yang begitu kurang baik. Dan tidak dianjurkan sebagai bahan ajaran. Sebaiknya novel ini diperuntukan bagi tingkatan sekolah menengah atas (SMA). Karena tingkatan ini sudah bisa menyaring bahasa yang baik dan benar.
Walaupun bahasa yang digunakan tidak begitu baik,tapi begitu banyak pelajaran yang dapat kita petik. Kita harus bisa menghargai seorang ibu dan jangan durhaka kepadanya. Karena rasanya melahirkan tidak bisa diungkapkan sakitnya. Percaya kepada orang itu boleh, tapi kita harus tetap waspada karena jangan sampai kita tertipu olehnya seperti yang dialami si poconggg. Pacaran jangan dibuat begitu penting, karena “jatuh cinta adalah sakit hati yang tertunda” begitulah yang dikatakan oleh poconggg syahreza.


0 komentar to "resensi novel poconggg juga pocong (dera rahmat n)"

Post a Comment

close
close

Fans Page

Followers

Blog Archive